Selasa, 31 Juli 2012

Saat Sakit Kepala, Ubah Posisi Duduk Jadi Tegak

Posisi duduk bungkuk atau bermalas-malasan biasanya dilakukan saat sedang santai. Tapi jika sedang mengalami sakit seperti sakit kepala, sebaiknya ganti posisi menjadi lebih tegak untuk mengurangi sakit.
Kebiasaan duduk bungkuk bisa membuat postur tubuh menjadi buruk dan mengganggu bentuk tulang. Tapi ternyata duduk bungkuk atau dalam posisi malas bisa membuat rasa sakit seperti sakit kepala menjadi lebih buruk.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Experimental Social Psychology menemukan bahwa orang yang duduk dalam posisi tubuh tegak bisa meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit.
“Sikap yang dominan bisa menjadi trik bagi otak untuk memegang kendali, tapi sikap bungkuk atau posisi malas-malasan bisa membuat rasa nyeri semakin buruk,” ujar peneliti Vanessa Bohns, PhD dari University of Toronto, seperti dikutip dari Menshealth.com, Senin (12/9/2011).
Bohns juga menuturkan bahwa hormon testosteron memainkan peran dalam toleransi rasa sakit. Posisi tubuh yang tegak bisa meningkatkan testosteron yang telah dikaitkan dengan peningkatan toleransi rasa sakit.
Studi ini melibatkan 89 orang yang dibagi 2 kelompok, yaitu orang yang duduk dalam posisi tegak dan membusungkan dada serta kelompok yang duduk bungkuk dan kaki disilangkan.
Rasa sakit dipicu dari alat pengukur tekanan darah yang diletakkan di lengan peserta. Peneliti memerintahkan para peserta untuk mengatakan ‘stop’ jika sudah menyakitkan atau timbul rasa tidak nyaman. Diketahui orang yang berada dalam posisi tegak lebih mampu menahan sakit dibanding orang yang duduk bungkuk.
Karenanya jika sedang ambil darah, setelah pembedahan atau operasi dan saat melakukan imunisasi, cobalah memperbaiki postur tubuh. Bohns mengungkapkan umumnya orang akan membungkuk dan meringkuk untuk melindungi tubuh selama situasi yang menyakitkan, padahal seharusnya ia duduk dengan posisi tegak untuk mengurangi rasa sakit.
Selain itu jika mengalami sakit punggung, kelelahan atau sakit kepala, maka cobalah untuk mengubah posisi tubuh menjadi tegak untuk meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit.
Sumber: DetikHealth

Berbagai Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan

Kemangi tidak asing lagi bagi kita. Sering kita jumpai di pasar tradisonal ataupun di rak-rak pasar swalayan yang dalam ikatan-ikatan kecil. Harganya bisa dibilang relatif murah. Kita biasa membelinya sekadar untuk lalap atau sebagai bumbu aromatik dalam masakan. Namun tahukah Anda bahwa kemangi memiliki banyak manfaat kesehatan?
Di India dan sebagian wilayah di Afrika, seduhan teh kemangi lazim disajikan menggantikan seduhan daun teh asli. Minuman tersebut biasanya disajikan pada saat pergantian musim. Ketika orang mudah terserang batuk, pilek ataupun demam.
Berbeda dengan di Eropa, kemangi disuling dan diambil minyak atsirinya. Minyak atsiri kemangi banyak digunakan sebagai bahan campuran pembuatan obat ataupun untuk perawatan tubuh seperti sabun mandi, biang parfum, body lotion, minyak gosok, permen pelega tenggorokan, dan juga minyak aroma terapi.
Minyak atsiri kemangi dapat digunakan untuk pijat aroma terapi karena minyak atsiri kemangi dapat meringankan dan menyegarkan tubuh. Namun, wanita hamil dilarang menggunakannya karena dikhawatirkan dapat menyebabkan terjadinya keguguran.
“Selain itu, minyak kemangi berkhasiat mengatasi gangguan pencernaan seperti salah cerna, muntah-muntah, infeksi usus, radang lambung, serta gas dalam usus. Juga, gangguan kepala (seperti sakit telinga, demam, sakit saluran hidung, migrain), gangguan otot (kejang-kejang atau kram), dan gangguan saraf (kecemasan, depresi, histeria, lemah saraf, insomnia),” jelasnya.
Apabila kita menghadapi masalah-masalah dengan bau badan, bau mulut, atau ASI macet, atasi dengan membiasakan diri mengonsumsi lalap kemangi segar. “Dalam buku A Dictionary of Practical Material Medical, John Henry M. Menyebutkan, sari daun kemangi berkhasiat menyembuhkan diare, nyeri payudara, batu ginjal, gangguan pada vagina dan juga dapat mengatasi albuminaria, yaitu adanya konsentrasi albumin di dalam urine,” jelas dr Natalia Emmy MS SpGK, Poli Gizi RSPAD Gatot Subroto.
Selain itu, daun kemangi terbukti ampuh untuk menyembuhkan untuk sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, dan gangguan ginjal. Mereka pun mengemukakan kempuhan pengobatan menggunakan daun kemangi, yaitu dapat mengatsi sakit maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang, dan badan lesu. Selain itu, aroma kemangi dapat menolak gigitan nyamuk. Menurut Daftar Komposisi Bahan Makanan Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI, kemangi termasuk sayuran kaya provitamin A. Setiap 100 g daun kemangi terkandung 5.000 SI vitamin A. Kelebihan lainnya, kemangi termasuk sayuran yang banyak mengandung mineral, kalsium dan fosfor sebanyak 45 hingga 75 mg per 100 g daun kemangi.
Bagi pria, kemangi ada juga manfaatnya. Senyawa 1-8 sineol dalam kemangi dapat mengatasi masalah ejakulasi prematur. Apigenin fenkhona dan eugenol-nya dapat memudahkan terjadinya ereksi. Sementara zat arginin yang terkandung dalam kemangi bisa memperkuat daya hidup sperma dan mencegah kemandulan.
“Kemangi mengandung banyak senyawa yang berkhasiat bagi tubuh. Senyawa arginine didalamnya terbukti mampu memperpanjang masa hidup sperma, mencegah kemandulan dan menurunkan kadar gula darah. Kemangi juga mengandung zat yang mampu merangsang produksi hormon androgen dan estrogen,” paparnya.
Sementara bagi perempuan kemangi termasuk makanan sehat yang sangat bermanfaat. Kemangi kaya senyawa anetol dan boron yang merangsang hormon estrogen. Sedangkan senyawa eugenolnya dapat membunuh jamur penyebab keputihan. Zat stigmaasterol dalam kemangi merangsang pematangan sel telur (ovulasi), tannin dan sengnya mengurangi sekresi cairan vagina. Zat triptofan bisa menunda menopause.
“Manfaat kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan cineole, myrcene dan eugenol berfungsi sebagai antibiotik alami dan antiperadangan. Kemangi juga kaya akan betakaroten dan magnesium, mineral penting yang berfungsi menjaga dan memelihara kesehatan jantung,” terangnya.
Sumber: OkeZone.com

Tempe Kukus Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Menopause merupakan proses alamiah pada wanita yang ditandai dengan penurunan fungsi ovarium yang mengakibatkan penurunan produksi estrogen. Berkurangnya estrogen ini membawa berbagai masalah, salah satunya meningkatnya risiko penyakit jantung.
Penurunan produksi estrogen menyebabkan gangguan metabolisme lemak darah sehingga akan memperburuk profil lipid darah dan oksidasi dalam tubuh sehingga perempuan rentan menderita penyakit jantung koroner.
Keterkaitan inilah yang mendorong Diah Mulyawati Utari melakukan penelitian studi doktoralnya pada Program Studi Gizi Manusia, Sekolah Pascasarjana (SPs) Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengusung khasiat tempe bagi wanita menopause.
Judul disertasi yang disusunnya, yakni “Efek Intervensi Tempe terhadap Profil Lipid, Superoksida Dismutase, LDL Teroksidasi dan Malondialdehyde pada Wanita Menopause”, ini dirilis bagian Hubungan Masyarakat IPB melalui surat elektronik kepada Kompas, Kamis (7/7/2011).
Dikatakannya, beberapa penelitian tentang intervensi tempe telah dilakukan di Indonesia, tetapi sejauh ini belum diketahui pengaruh tempe secara komprehensif terhadap profil lipid, SOD, MDA, dan LDL teroksidasi pada wanita menopause sebagai kelompok berisiko terserang penyakit jantung koroner. “Saya tertarik meneliti hal ini,” ujarnya.
Penelitiannya dilakukan di Kota Bogor dengan jumlah total sampel 53 wanita menopause. Para wanita menopause ini diberikan 160 gram tempe setiap hari selama empat minggu.
Jumlah tersebut setara dengan empat potong tempe ukuran sedang. Tempe ini dikukus selama 10 menit kemudian dicampur dengan bumbu tertentu sehingga menjadi makanan siap santap.
Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah perempuan yang menopause alami, rentang menopause 1-5 tahun, salah satu dari profil lipid tidak normal, tidak sedang sakit atau punya riwayat penyakit degeneratif, tidak mengonsumsi obat dan suplemen, tidak menggunakan terapi estrogen, bukan penganut vegetarian, dan bersedia memenuhi peraturan selama penelitian. Sampel dijaring melalui pos pembinaan terpadu aktif yang ada di Kota Bogor.
Analisis pangan tempe menunjukkan bahwa kandungan asam amino tertinggi pada tempe adalah arginin dan asam lemak tertinggi adalah asam linoleat. Tempe juga kaya akan isoflavon dan kadarnya relatif dapat dipertahankan jika tempe diolah dengan pengukusan (bukan penggorengan).
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian tempe sebanyak 160 gram setiap hari selama empat minggu dapat memperbaiki profil lipid yaitu menurunkan kadar kolesterol total, K-LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida. tempe ini juga dapat meningkatkan aktivitas enzim antioksidan SOD serta menurunkan MDA dan oksidasi pada LDL. Hasil penelitian ini secara bermakna menunjukkan bahwa tempe mempunyai kemampuan untuk menurunkan faktor risiko penyakit jantung koroner.
Dari penelitian ini, Diah menyarankan agar pemerintah meningkatkan sosialisasi tempe sebagai makanan yang mempunyai manfaat bagi kesehatan. Masyarakat disarankan untuk meningkatkan konsumsi tempe setiap hari secara terus-menerus, khususnya pada wanita menopause serta kelompok lain yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung koroner.
Diah juga berpesan, untuk mendapatkan efek maksimal bagi kesehatan, tempe sebaiknya diolah dengan cara dikukus dan menghindari pengolahan dengan cara menggoreng. Mengenai jumlah tempe yang dikonsumsi, Diah merekomendasikan sekitar 150-160 gram setiap hari atau setara dengan 3-4 potong tempe ukuran sedang.
Sumber: KompasHealth
.

Kitosan-Kurkumin Pemburu Sel Kanker

Para peneliti Fakultas Farmasi, UGM, Yogyakarta, tahun 2003 memperoleh paten Pentagamavunon-0 di Amerika Serikat, yaitu sebuah senyawa hasil modifikasi kurkumin penghambat sel kanker. Kini dikembangkan kitosan nanopartikel untuk membawa kurkumin agar lebih efektif menyasar sel-sel kanker.
Ini (modifikasi kurkumin) menjadi obat antikanker dengan kombinasi kitosan yang melapisi kurkumin dalam ukuran nanopartikel,” kata dosen dan peneliti pada Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Ronny Martien, Kamis (23/6), setelah menerima penghargaan dan dana bantuan penelitian dari Biro Oktroi dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Jakarta.
Ronny merupakan satu di antara empat peneliti muda lainnya yang diberi hibah dana penelitian oleh Biro Oktroi dan AIPI. Ronny mengajukan usulan penelitian bidang Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati.
Judul penelitiannya ”Pemanfaatan Kitosan dalam Meningkatkan Bioavailibilitas Senyawa Pentagamavunon-0 (PGV-0) sebagai Obat Analgetik-Antiinflamasi dengan Formulasi Nanopartikel”.
PGV-0 merupakan turunan analog kurkumin yang diperoleh dari rimpang kunyit dan temulawak. Menurut Ronny, PGV-0 diteliti UGM bekerja sama dengan Belanda.
Lalu, PGV-0 dipatenkan di AS dengan Nomor Paten US-6.777. 447B2. Ini mengingat banyak dilakukan riset kurkumin di negara ini dan telah menghasilkan beberapa paten pula. Kurkumin itu diperoleh dari kunyit dan temulawak yang banyak diekspor Indonesia ke AS.
PGV-0 terbukti memiliki kemampuan menghambat enzim cyclooxygenase (COX-2) yang terdapat pada sel-sel kanker. Ekspresi enzim COX-2 cenderung terus meningkat di dalam sel kanker sehingga harus dihambat untuk proses penyembuhannya.
”PGV-0 sebagai obat antikanker juga punya kelemahan berupa tingkat keterlarutan dalam air yang tergolong rendah sehingga perlu dikombinasikan dengan kitosan dengan keterlarutan di dalam air yang tinggi,” kata Ronny.
.
Melimpah
Ronny mengemukakan, obat antikanker dengan teknologi nanopartikel ini ditempuh melalui enkapsulasi kurkumin dengan kitosan berukuran 2-5 nanometer. Ketersediaan bahan baku untuk kurkumin dan kitosan melimpah sehingga berpeluang menjadi obat murah.
”Ada dua cara untuk menjadikan kitosan dan kurkumin ini memiliki ukuran nanopartikel,” kata Ronny.
Kedua metode itu meliputi top down dan bottom up. Metode top down menggunakan prinsip fisika dengan peralatan homogeniser yang belum ada di Indonesia dan biayanya menjadi relatif mahal. Metode bottom up pada prinsipnya ditempuh proses secara kimia dengan mencampurkan kitosan dan kurkumin tersebut.
”Saat ini belum ada industri yang menyatakan ingin bekerja sama untuk mengembangkan riset ini dan memproduksi obatnya di kemudian hari,” katanya.
Menurut dia, kelimpahan bahan baku merupakan modal utama pengembangan obat itu pada masa depan. PGV-0 mudah diperoleh dari kurkumin rimpang kunyit dan temulawak yang memiliki habitat cocok di wilayah tropis di Indonesia.
Kitosan terbuat dari kitin yang terkandung di dalam cangkang udang-udangan, termasuk cangkang kepiting. Cangkang udang, misalnya, diperkirakan mencakup 30-70 persen bagian dari tubuh udang sendiri sehingga cangkang menjadi limbah yang melimpah.
Melalui proses pemurnian, cangkang akan menghasilkan kitin sebagai senyawa aminopolisakarida yang mampu mengikat 4-5 kali berat lemak ketimbang berat kitin itu sendiri. Untuk menjadikan kitin sebagai kitosan, ditempuh melalui proses hidrolisis kitin dengan asam dan basa.
Kitosan merupakan kitin yang telah dihilangkan gugus asetilnya, lalu menyisakan gugus amina bebas yang menjadikan kitosan bersifat polikationik atau ion bermuatan positif.
”Karena muatan kitosan yang positif ini bisa ditempelkan dengan kurkumin yang bermuatan negatif,” kata Ronny.
Obat antikanker dengan kombinasi kitosan dan kurkumin—lebih tepatnya adalah PGV-O dengan ukuran nanopartikel—ini dimasukkan secara oral ke tubuh penderita.
Obat nanopartikel ini selanjutnya mudah diserap dan masuk ke pembuluh darah dan jaringan sel. Obat akan bekerja ketika menjumpai sel-sel kanker, terutama menghambat enzim COX-2 pada sel-sel kanker.
”Kurkumin dalam hal ini sebagai drug atau obat yang ingin diantar dengan kitosan nanopartikel,” kata Ronny.
Pada pengembangannya nanti, drug itu bisa diubah apa saja sesuai kebutuhan pasien. Obat dengan ukuran nanopartikel akan mengurangi dosis, tetapi Ronny mengakui, hasil penelitiannya belum mencapai presisi target.
”Para peneliti farmasi di dunia sekarang sedang mengejar metode pencapaian target penyakit secara presisi untuk diobati dengan obat nanopartikel ini,” ujar Ronny.
Kelimpahan bahan baku obat nanopartikel menjadi modal utama. Namun, ketekunan dan keseriusan semua pihak untuk mendukung riset ini tak kalah penting. Bahkan, amat penting.
Sumber: KompasHealth

Kayu Manis Tangkal Kolesterol Tinggi, Aterosklerosis, dan Kanker Hati Ganas

Kayu manis yang selama ini dikenal sebagai penyedap masakan dan pengharum makanan, sebetulnya mengandung senyawa aktif yang dapat menangkal kanker hati ganas, menurunkan kadar lemak dan kolesterol, serta menolong para pengidap diabetes melitus. Bagaimana memanfaatkannya?
Sejak abad ke-16, kayu manis (Cinnamomum burmannii) telah digunakan sebagai bumbu masak. Di dunia terdapat 54 jenis kayu manis (Cinnamomum spp), 12 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Jenis tanaman kayu manis yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah Cinnamomum burmannii BL, lebih dikenal dengan nama Cassia vera.
Kayu manis termasuk dalam famili Lauraceae. Rempah-rempah ini diduga berasal dari Sri Lanka dan India Selatan, meski tumbuh subur di Jawa, Sumatera, India Barat, Brasil, Vietnam, Madagaskar, dan Mesir. Di dunia internasional, kayu manis dikenal dengan nama cinnamon, yang berasal dari bahasa Yunani kinnamon. Kayu manis juga terkenal dengan nama sweet wood.
.
Bukan sembarang kulit
Kayu manis mempunyai bentuk seperti batang yang berdiameter kecil dan ada yang berukuran panjang ataupun pendek. Warna bagian luar dan dalam kayu manis adalah cokelat muda. Sifat kimia kayu manis adalah pedas, sedikit manis, hangat, dan wangi. Hasil utama tanaman kayu manis adalah kulit batang dan dahan, sedangkan hasil ikutan yang berupa ranting dan daun biasanya diolah menjadi minyak atsiri.
Kulit kayu manis dan hasil olahannya banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi, kosmetika, dan rokok. Pemakaian kulit kayu manis dapat dilakukan dalam bentuk asli (bubuk), minyak atsiri, atau oleoresin.
Minyak atsiri kayu manis diperoleh dari kulit, ranting, dan daunnya, dengan cara penyulingan. Kandungan minyak atsiri dalam kulit kayu manis 1,3-2,7 persen. Sementara itu, oleoresin diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut organik tertentu.
.
Penurun kolesterol dan lemak
Penelitian Fauzan Azima (2004), mahasiswa Program Doktor di Program Studi Ilmu Pangan IPB menunjukkan, ekstrak kulit pohon kayu manis efektif untuk menghambat pembentukan Low Density Lipoprotein (LDL = kolesterol jahat) di dalam darah.
Penelitian dilakukan dengan pemberian ekstrak kayu manis sebanyak 100-200 miligram per kilogram berat badan kelinci percobaan selama 12 pekan. Pada akhir percobaan ditemukan total kolesterol kelici turun dari 443,3 menjadi 139,1 mg/dl, kadar LDL turun dari 268,5 menjadi 95,8 mg/dl, serta trigliserida turun dari 122,2 menjadi 61,2 mgAl.
LDL disebabkan kolesterol jahat karena berperan rnengangkut kolesterol dari jaringan ke dalam plasma melalui proses enclositosis. Proses ini menyebabkan tingginya kadar kolesterol di dalam darah, sehingga dapat menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah.
Pemberian ekstrak kayu manis juga dapat menurunkan perlemakan pada hati kelinci. Perlakuan yang sama juga menurunkan kadar homosistein, yaitu suatu senyawa yang mendorong terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Kadar homosistein menurun dari 25 mikromol per liter menjadi 9,9 mikromol per liter serum.
Sebaliknya, kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) naik dari 32,4 menjadi 50,0 mg/dl. HDL adalah pembersih kolesterol yang berfungsi memindahkan kolesterol plasma dari sel mati atau membran yang hancur. Orang sehat memiliki rasio LDL terhadap HDL senilai 3,5.
Riset juga menunjukkan, kelinci yang diberi ekstrak kayu manis berisiko terkena aterosklerosis 4,2 kali lebih rendah daripada kelinci yang tak diberi ekstrak. Ekstrak kayu manis juga berpotensi sebagai antihiperkolesterolemia (penurun kolesterol) dan mencegah timbunan lemak di hati.
Disimpulkan, ekstrak kayu manis mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan, antagregasi platelet, antihiperkolesterolemia, serta mampu mencegah perlemakan hati dan pembentukan lesi pada aorta kelinci percobaan.
Menurut Azima (2004), kulit kayu manis tersusun atas senyawa sinamaldehide, turunan dari senyawa fenol. Di dunia kedokteran, senyawa sinamaldehid diketahui memiliki sifat antiagregasi platelet (kolesterol yang menempel di pembuluh darah). Agregasi (pengumpulan) platelet menyebabkan terjadinya aterosklerosis.
Senyawa yang sangat bermanfaat pada ekstrak kayu manis adalah tanin, flavonoid, triterpenoid, dan saponin. Keempatnya berperan sebagai antipenggumpalan sel darah merah, antioksidan, dan antihiperkolesterolemia (penurun kolesterol).
Selain dapat mencegah aterosklerosis, kayu manis diketahui mengandung senyawa antioksidan yang efektif untuk mencegah kanker. Kekuatan antioksidan kayu manis yang diekstrak dengan etanol ternyata lebih baik dibandingkan dengan BHT (antioksidan sintetis) dan tokoferol (antioksidan alami), pada konsentrasi sama. Senyawa fitokimia yang berperan sebagai antioksidan pada kayu manis adalah tanin dan flavonoid.
Oleh: Prof.Dr.Made Astawan, ahli teknologi pangan dan gizi, pengasuh rubrik di tabloid Gaya Hidup Sehat.
Sumber: KompasHealth

Minggu, 29 Juli 2012

Bahaya Jajanan Gorengan Bagi Kesehatan

Banyak orang sangat suka dengan jajanan gorengan, termasuk saya dulu SERING mengkonsumsinya sebelum mengenal sains medis holistik. Jajanan ini ada banyak macamnya, yaitu tahu isi goreng, pisang goreng, singkong goreng, ubi goreng, nangka goreng, dll. Jajanan gorengan adalah camilan khas rakyat Indonesia. Namun dari segi medis, jajanan gorengan juga bisa disebut sebagai junk food-nya Indonesia.
Kok bisa disebut junk food? Apa yang salah dengan jajanan gorengan? Untuk bisa tahu jawabannya, saya ajak Anda untuk menyimak beberapa penjelasan berikut.
.
Mulai dari Radang Tenggorokan, Kolesterol Tinggi, dan Penyakit Degeneratif
Nangka, singkong, ubi, dan pisang sebenarnya produk alam yang sehat. Namun, bahan makanan yang sehat bisa menjadi tidak sehat bila diolah dengan cara digoreng. Menggoreng makanan bisa membentuk asam lemak trans (Trans Fatty Acid atau TFA) yang dapat merusak dan menyumbat pembuluh darah.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menjelaskan dalam situsnya bahwa makanan yang kaya karbohidrat atau tepung yang mengalami penggorengan atau proses pemasakan dengan suhu yang tinggi dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik yang menjadi pemicu kanker, yaitu akrilamida. Dosis TERTENTU akrilamida juga beracun bagi sistem saraf manusia.
Jajanan gorengan yang tinggi lemak trans juga akan membuat seseorang rentan terserang batuk dan memperlambat pengosongan lambung. Lemak trans akan merangsang tenggorokan dan membuatnya gatal sehingga mudah terserang batuk, bahkan menyebabkan radang amandel.
Gorengan juga tidak baik bagi penderita maag, karena dengan adanya lemak trans, lambung akan cepat terisi tapi lebih lambat dicerna, alhasil seseorang akan merasa sudah kenyang dan tidak akan cepat lapar padahal baru makan dalam porsi sedikit. Hal ini membuat kerja lambung akan terganggu.
“Banyak orang yang tidak tahu bahwa kebiasaan makanan gorengan adalah makanan yang memiliki risiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi pemicu penyakit degeneratif,” ujar ahli penyakit dalam RSU dr Soetomo Surabaya, Prof Dr dr Yogiantoro SpPD-KGEH saat berbincang-bincang kepada detiksurabaya.com, Jumat (11/4/2008).
Penyakit degenarif itu antara lain, penyakit diabetes mellitus, kardiovaskular, serta stroke. Satu makanan gorengan, setara dengan tiga potong jenis makanan gorengan lauk dan lima potong makanan selingan atau dua potong lauk dan delapan potong makanan selingan.
Prof Yogi menjelaskan, pola makan makanan yang serba instan saat ini memang sangat digemari sebagian masyarakat perkotaan. Gorengan dan jenis makanan murah meriah lain kini juga mudah didapat karena banyak dijual di pinggir jalan.
.

Mitos – Mitos dan Penyembuhan Total untuk Maag

Dalam sains medis konvensional, maag tergolong penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara total. Namun dalam sains medis holistik, Anda akan mendapatkan kesembuhannya secara total dan aman tanpa efek samping.
Penyakit maag atau tukak lambung bisa merupakan suatu penyakit psikosomatis (penyakit pikiran–tubuh) atau bisa juga penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif Helicobacter pylori, efek samping obat-obatan, dan pola makan yang salah.
Jika Anda adalah penderita maag, saya mengerti penderitaan Anda. Saya mengerti bagaimana rasanya menderita maag, karena saya dulunya juga penderita maag yang kronis. Dalam artikel ini, saya akan berbagi kepada Anda kesaksian dan metode bagaimana bisa sembuh total secara alami, aman tanpa efek samping.
.
SAYA MANTAN PENDERITA MAAG KRONIS
Saya dulu menderita maag mulai dari usia 21 tahun. Di masa itu saya belum mengenal sains medis holistik. Penyebab dari sakit maag saya adalah karena sebelumnya sering makan TERLALU banyak dan setelah itu melakukan aktifitas berat. Penyebab tambahan lainnya yang bisa memicu serta memperparah maag adalah pikiran dan perasaan khawatir.
Saya sudah datang ke beberapa dokter konvensional dan meminum obat untuk maag. Saya harus makan tepat waktu: jam 06.00 – 07.00 untuk sarapan, jam 12.00 – 13.00 untuk makan siang, dan jam 18.00 – 19.00 untuk makan malam. Jika telat makan, perut langsung sakit. Jadi ke mana-mana saya membawa roti untuk mencegah telat makan.
Makan pun tidak bisa sembarangan, seperti misalnya: kopi, mie, dan yang pedas-pedas. Jika sedang duduk, saya harus mencari tempat duduk yang ada sandaran punggungnya. Jika saya duduk tanpa ada sandaran punggung, 10 atau 15 menit kemudian maag saya kumat.
Sensasinya tidak main-main, yaitu seperti ada cairan hangat mengalir dari lambung ke usus saya, dan tidak lama kemudian perut saya terasa nyeri. Kalau sudah dalam keadaan seperti itu, mau tidak mau saya harus berbaring. Sekitar 30 menit kemudian, nyeri dan sensasi hangat itu hilang. Gejala maag seperti ini sering datang setiap harinya sehingga mengganggu aktifitas harian saya, seperti bekerja, belajar, dan meeting.
Namun naasnya, walaupun sudah datang ke beberapa dokter, sudah minum obat-obatan, makan tepat waktu, serta tidak makan sembarangan, maag tetap saja sering datang mengganggu saya.
Saya mulai berpikir bahwa saya tidak bisa terus memakai cara yang sama untuk berhasil sembuh. Saya harus berdoa memohon hikmat untuk mengetahui cara lain!
Syukurlah Tuhan menjawab doa saya dan cara lain itu adalah melalui sains medis holistik.
Cara ini tidak akan pernah Anda dapatkan di sekolah kedokteran konvensional serta media massa umum. Jadi ini adalah cara/metode pengobatan yang langka. Kabar baiknya, saya akan membagikan rahasianya kepada Anda melalui artikel ini.
.